Langsung ke konten utama

Pilih Jadi Reseller atau Dropshipper? Ini 7 Perbedaanya

Pilih Jadi Reseller atau Dropshipper? Ini 7 Perbedaanya

Pilih Jadi Reseller atau Dropshipper? Sebelum memutuskan untuk memilih, pastikan Anda harus tahu dan paham betul apa perbedaan di antara 2 cara jualan tersebut.
Setelah Anda tahu dan paham perbedaan Reseller dan Dropshipper, kemudian Anda bisa memilih salah satunya.
Satu hal yang pasti, keduanya sama-sama aktivitas yang berkaitan dengan jual beli barang (dagang). Tetapi ada beberapa perbedaan dari keduanya.
Nah, Penasaran Apa Saja Perbedaan antara Reseller dan Dropshipper?
Yuk, simak perbedaan keduannya dari beberapa sudut pandang di bahasan berikut ini.
Baca Juga : 8 Tips Sukses Bisnis Kos-Kosan yang Membuat Anda Kaya

1. Cara Kerja Jualan

Reseller adalah orang yang menjual kembali barang yang sudah ia beli dari orang lain. Asal katanya dari Bahasa Inggris Resell yang artinya menjual kembali.
Dari definisi tersebut, bisa kita pahami bahwa untuk menjadi reseller kita harus membeli barang dulu dari orang lain. Reseller membeli barang dulu dari suplplier atau distributor untuk kemudian dijual lagi ke konsumen.
Sedangkan dropshipper adalah orang yang berjualan dengan sistem dropship. Apa itu dropship?
Dropship adalah sistem jual beli di mana dropshipper tidak perlu membeli barang terlebih dahulu agar bisa jualan. Inilah perbedaan utama antara Reseller dan Dropshipper.
Image Source : Google Image
Tugas dropshipper hanyalah PROMOSI barang saja ke konsumen. Ketika terjadi penjualan, maka dropshipper akan meneruskan transaksi penjualannya ke supplier dan supplier yang akan mengirim barang tersebut ke konsumen.
Setiap terjadi penjualan tersebut, dropshipper dapat komisi penjualan. Bisa dikatakan dropshipper ini seperti makelar. Sepintas menjadi dropshipper lebih mudah dari pada menjadi reseller.
Bagaimana? Sudah jelas kan ya perbedaan cara kerja Reseller dan Dropshipper. Jika belum paham, Anda bisa membaca lagi perbedaannnya di atas.

2. Stok Produk

Image Source : Google Image
Stok produk ini menjadi perbedaan paling mendasar antara Reseller dengan Dropshipper. Menjadi reseller perlu menyediakan stok barang dengan membeli dulu dari supplier atau distributor.
Biasanya pembelian dilakukan dalam jumlah yang cukup besar, agar mendapatkan harga beli yang lebih murah. Dengan demikian, reseller bisa mendapatkan margin (profit) yang semakin besar.
Sedangkan ketika menjadi seorang dropshipper, Anda tidak perlu menyediakan stok produk sendiri. Artinya tidak perlu keluar modal untuk beli barang terlebih dahulu.
Fokus dropshipper hanyalah promosi atau mencari konsumen sebanyak-banyaknya. Ketika ada orderan, dropshipper langsung meneruskan orderan tersebut dan detail pengiriman barang ke supplier.
Kemudian supplier yang melakukan packing-packing barang hingga proses pengiriman barang ke konsumen (pembeli).
Baca Juga : Bisnis Ini Bisa Bikin Kamu Kaya, Ini 5 Alasannya

3. Modal

Image Source : Google Image
Menurut Anda, kira-kira manakah yang memerlukan modal lebih besar? Yups, betul sekali. Menjadi reseller lebih besar modalnya dari pada menjadi dropshipper.
Seperti yang sudah dibahas di materi sebelumnya, reseller perlu membeli barang dulu sebelum berjualan. Semakin banyak barang yang dibeli, semakin besar modal yang dikeluarkan.
Sementara itu, menjadi dropshipper modalnya cukup pulsa atau paket data internet saja. Dan paket data internet di era digital seperti sekarang sudah bisa kita katakan sebagai kebutuhan wajib hampir setiap orang.
Jadi, menjadi dropshipper bisa kita katakan tidak memerlukan modal sama sekali.
Sampai di sini bagaimana kesan Anda? Milih menjadi reseller atau dropshipper? Sudah mulai tergambar kan ya…hehe.
Oke, biar pilihannya makin yakin, yuk lanjutt …
Baca Juga : Ini Cara Bikin Landing Page Keren dengan Blog Gratisan

4. Resiko

Image Source : Google Image
Menjadi reseller memiliki resiko yang lebih besar daripada dropshipper. Sebab, ia menyimpan stok barang secara fisik dan sudah keluar modal untuk membeli barang.
Ketika misalnya barang yang dijual tidak laku, maka kerugian pasti dialami.
Sedangkan menjadi dropshipper bisa dikatakan tidak ada resiko sama sekali. Dengan catatan, Anda promosinya menggunakan cara gratisan. Misalnya promosi manual di Instagram, Facebook, Whatsapp, marketplace, dll.
Selain itu, dropshipper bisa dikatakan tidak ada resiko dikarenakan tidak keluar modal untuk membeli barang dan juga tidak menyimpan stok barang.
Meski demikian, ketika Anda sebagai dropshipper mempromosikan produk menggunakan cara berbayar, seperti misalnya iklan di Facebook Ads atau Google Ads, resiko kerugian tetap ada.
Artinya ketika Anda sudah keluar uang untuk beriklan di Facebook Ads atau Google Ads dan ternyata tidak ada penjualan sama sekali, maka Anda akan rugi.
Atau ketika sudah promosi berbayar tetapi penjualannya sedikit dan profitnya tidak lebih besar dari biaya iklan, Anda juga akan rugi.

5. Profit

Image Source : Google Image
Membahas terkait profit (keuntungan) menjadi hal menarik, karena ternyata besarnya usaha mempengaruhi hasil.
Menjadi reseller yang memerlukan modal lebih besar, biasanya untungnya juga lebih besar dari dropshipper.
Mengapa reseller bisa untung lebih besar?
Karena ketika membeli stok barang dengan jumlah besar, reseller akan mendapatkan harga yang lebih murah dan bisa menjual dengan harga mahal (margin gedhe) semaunya dia. Artinya reseller bebas menentukan harga jual barang semaunya sendiri.
Perlu dicatat juga, penghasilan reseller itu dari Profit Penjualan barang. Sedangkan dropshipper mendapatkan penghasilan dari hasil Komisi Penjualan. Jadi beda ya sumber penghasilannya.
Dari situ sudah terlihat bahwa penghasilan dari profit penjualan biasanya lebih besar dari komisi penjualan.
Dropshipper biasanya untungnya lebih kecil dari reseller. Sebab, biasanya supplier sudah menentukan secara pasti berapa komisi yang akan didapatkan setiap terjadi penjualan.
Selain itu, harga jual barang juga supplier yang menentukan, sehingga dropshipper tidak bisa menentukan besarnya profit maupun komisi semaunya sendiri.

6. Cara Promosi

Reseller bisa promosi secara offline maupun online. Bisa buka toko fisik sendiri karena memiliki stok produk.
Bisa juga promosi secara online via berbagai channel pemasaran, seperti marketplace, toko online, Instagram, Facebook, dll.
Sedangkan dropshipper promosinya hanya secara online saja, karena tidak punya stok produk sendiri. Ia hanya membantu promosi produk orang lain (supplier) secara online menggunakan gambar / foto produk.
Promosi secara online bisa dilakukan via berbagai channel pemasaran, seperti marketplace, toko online, Instagram, Facebook, Whatsapp, dll.

7. Lebih Praktis dan Mudah Mana?

Lebih praktis dan mudah mana antara Reseller dan Dropshipper?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba kita bandingkan aktivitas-aktivitas apa saja yang perlu dilakukan oleh keduanya.
Aktivitas Reseller :
  • Perlu beli barang dulu (perlu modal),
  • Perlu stok barang,
  • Perlu packing-packing barang,
  • Perlu antar barang ke kurir / jasa ekspedisi
Aktivitas Dropshipper :
  • Tidak perlu beli barang dulu (tidak perlu keluar modal),
  • Tidak perlu stok barang,
  • Tidak perlu packing-packing barang,
  • Tidak perlu antar barang ke kurir / jasa ekspedisi
Ternyata akivitas keduanya saling bertolak belakang. Sepintas terlihat bahwa menjadi Dropshipper lebih praktis dan mudah daripada menjadi Reseller.
Tetapi tunggu dulu, jangan ambil kesimpulan dulu. Meski sepintas menjadi Dropshipper lebih praktis dan mudah daripada menjadi Reseller, ternyata ada juga kelebihan menjadi Reseller daripada Dropshipper.
Penasaran Apa Kelebihan Reseller? Ini dia ….
Kelebihan Menjadi Reseller :
a. Reseller cepat mengetahui jumlah stok barang, karena punya barang fisiknya.
Dropshipper bagaimana? Perlu nanya-nanya dulu ke supplier dan itu butuh waktu.
b. Reseller bisa mengetahui informasi atau spesifikasi barang lebih banyak, seperti warna, ukuran, bahan, dll.
Dengan demikian, reseller bisa lebih tanggap ketika ada pertanyaan dari calon pembeli.
c. Reseller bisa menjual barang secara online dan bisa juga menjual secara offline di toko fisik sendiri. Dropshipper tidak bisa menjual barang di toko offline sendiri.
d. Margin / Profit yang didapatkan reseller lebih besar daripada dropshipper
Baca Juga : Bikin Ribuan Artikel Cuma Sekali Tulis, Emang Bisa? 
Oke Ratakaners, itulah perbedaan-perbedaan antara Reseller dengan Dropshipper dilihat dari 7 sudut pandang, yaitu Cara Kerja, Stok Barang, Modal, Resiko, Profit, Cara Promosi dan Segi Kepraktisan.
Sampai di sini bagaimana pendapat Anda? Milih jadi reseller atau dropshipper? Jawab di komentar ya. ðŸ˜€
Menurut pendapat penulis begini …
Bagi Anda yang masih pemula dan belum punya pengalaman jualan sama sekali, menjadi dropshipper menjadi pilihan yang lebih baik.
Sebab, menjadi dropshipper mudah dilakukan dan minim resiko, serta tidak perlu modal besar. Anda cukup mendaftar ke supplier yang membuka sistem dropship dan mulai jualan online.
Nah, nanti ketika Anda sudah punya pengalaman yang sukup sukses dalam berjualan online dan punya modal lebih, bisa memulai menjadi reseller.
Sudah tidak sabar untuk mulai jualan online?
Anda bisa coba sistem reseller dropship dari Klolao ini yang juga menggunakan sistem pembayaran otomatis Ratapay.
Selain menjadi reseller dan dropshipper, ternyata masih ada bisnis online yang jauh lebih mudah dari keduanya.
Apa Itu? Mau tahu caranya? KLIK DI SINI!
Berikut Video Perbedaan Reseller dan Dropshipper :

Postingan populer dari blog ini

Pekan Diskon Merdeka 73

Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan RI, Ratakan mengadakan pekan diskon mulai tanggal 11-19 Agustus 2018. Inilah kesempatan terbaik bagi Anda yang ingin mendapatkan produk-produk digital berkualitas dari Ratakan. Silahkan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena ada diskon hingga 73%. Woow. Berikut list produk beserta kode kupon diskonnya: 30 Hari Membangun Personal Branding Anda  potongan:  10%  kode kupon:  BEBAS Article Sparta  potongan:  20%  kode kupon:  HUTRATAKAN BANJIR DOLLAR  potongan:  50%  kode kupon:  BANJIRDOLAR Belajar Ngeblog Dari Nol  potongan:  40%  kode kupon:  ASYIKNGEBLOG Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding  potongan:  40%  kode kupon:  SMOGAJADIMILYARDER Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding Jilid #2  potongan:  50%  kode kupon:  SEMOGABAROKAHMAS Bisnis Toko Online  potongan:  Rp.400.000  kode kupon:  BTO...

Begini Tampilan Dashboard Affiliate AliExpress Beserta Fungsinya

Begini Tampilan Dashboard Affiliate AliExpress Beserta Fungsinya Setelah Anda mendaftar akun Affiliate AliExpress dan akun Anda disetujui, Anda bisa langsung login ke  dahsboard  affiliate AliExpress.  Belum tahu cara mendaftarnya?   KLIK DI SINI  caranya! Okey, berikut ini langkah-langkah login ke dashborad affiliate AliExpress : 1. Login ke  Portal AliExpress  menggunakan akun yang sudah Anda daftarkan. Login ke URL berikut  https://portals.aliexpress.com/ 2. Setelah berhasil login, maka akan tampil  Dashboard Affiliate AliExpress  seperti berikut ini. Dashboard tersebut akan tampil jika akun Anda sudah disetujui. Jika belum tampil halaman dashborad tersebut, berarti akun Anda belum disetujui. Mengenal Dashboard Affiliate AliExpress Ada 5 menu utama di  Dashboard Affiliate AliExpress , yaitu menu  Home, Ad Center, Reports, Payment Center,  dan  Settings . Berikut ini penjelasan dari masing-masing...

Macam-Macam CMS Toko Online Gratis Terbaik

Macam-Macam CMS Toko Online Gratis Terbaik Ada banyak cara untuk memulai jualan online, seperti berjualan di sosial media, marketplace, dan toko online. Ketika Anda masih baru terjun di dunia online, Anda bisa mencoba berjualan di sosial media seperti Facebook dan Instagram. Berjualan di sosial media menjadi cara termudah jualan online, Anda tinggal update status dan tawarkan produk atau jasa yang Anda jual. Ketika ada teman Facebook atau follower IG Anda yang tertarik dengan jualan Anda, mereka bisa langsung membeli. Namun, berjualan di sosial media ada kelemahannya. Salah satunya data pembeli tidak bisa tercatat dengan rapi. Anda harus mencatat secara manual jika ingin mendapatkan data pembeli. Misalnya mencatatnya di file Excel atau menyimpan nomor pembeli di gadget Anda. Jika data pembeli Anda banyak, misal hinggga ribuan, tentu akan sangat melelahkan jika mencatatnya secara manual. Lalu, Bagaimana dengan Berjualan di Marketplace, Seperti di Bukalapak, Tokopedia, dan ...

Diskon Besar-Besaran Spesial Harbolnas 2019, Segera Amankan! [2020 PRODUK BARU]

Di momen spesial  Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12.2019  ini, Ratakan kembali mengadakan event diskon besar-besaran hingga 70%. Ada lebih dari 78+ produk digital dari berbagai niche / topik yang bisa Anda dapatkan dengan harga lebih hemat, bahkan diskon hingga 70%. Event Harbolnas ini hanya berlaku  3 hari  saja. Catat ya, hanya 3 hari saja yaitu  12-14 Desember 2019 . Langsung saja, berikut ini daftar produk Harbolnas 2019 dan kupon diskonnya. Langsung saja, berikut ini daftar produk dan kupon diskonnya. NOTE :   Jika Kode Kupon sudah  kadaluarsa / habis,  Anda bisa langsung menghubungi /  request  KUPON DISKON kepada pemilik produknya. Kontak bisa Anda dapatkan pada  landing page  masing – masing produk. Ebook Umum Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding  Diskon: 50% Kode Kupon: BAROKAHMAS Bikin Aplikasi Android Ga Harus Coding Jilid #2  Diskon: 60% Kode Kupon : JOSMAS Mudah Membua...

5 Fitur Canggih Whatsapp yang Ini Perlu Anda Coba

Siapa sih yang tidak mengenal aplikasi  WhatsApp (WA) ? Aplikasi milik raksasa media sosial  Facebook  ini, sudah menjadi aplikasi wajib bagi setiap pengguna ponsel pintar. Kaum milenial seperti Anda pasti sudah sangat familier dengan aplikasi yang satu ini. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit, aplikasi WA selalu digunakan banyak orang untuk komunikasi secara gratis, tanpa biaya pengiriman. Nah, tahukah Anda bahwa ternyata WA memiliki  fitur-fitur canggih  yang mungkin banyak orang  belum tahu  dan  jarang  menggunakannya. Barangkali Anda juga belum pernah menggunakan fitur ini. Padahal fitur ini begitu canggih dan penting untuk menjaga privasi Anda. Baca Juga :  Tools Ini Bisa Melejitkan Penjualan Anda Di WhatsApp Penasaran seperti apa fitur-fitur canggih WA ini? Berikut Kami jelaskan dengan cukup detail beberapa fitur canggih WA yang mungkin Anda belum tahu dan belum pernah menggunakannya. 1. Kunci Sidik J...

5 Perbedaan Alibaba dan AliExpress, Cari Tahu Di Sini

5 Perbedaan Alibaba dan AliExpress, Cari Tahu Di Sini Jika berbicara tentang perusahaan ecommerce (marketplace) besar di Asia, maka banyak di antara kita yang akan tertuju kepada  Alibaba  (Alibaba.com), situs jual beli yang berpusat di China. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata selain Alibaba masih ada situs ecommerce besar dari China, yaitu AliExpress. Sepintas namanya hampir sama dengan Alibaba, tetapi keduanya berbeda. Alibaba vs AliExpress, Mana Pilihan Terbaik untuk Anda?  Tulisan ini akan memberikan jawabannya untuk Anda. Jadi, baca tulisan ini sampai selesai. Okey  Alibaba  dan  AliExpress  keduanya merupakan marketplace paling populer di China dan juga terkenal di seluruh dunia. Keduanya berada dalam naungan yang sama, yaitu  Alibaba Group  sebagai induknya. Alibaba dan AliExpress bisa dikatakan sebagai induk dengan anaknya, tetapi dengan  skema (model) bisnis  yang berbeda. Baca Juga : Cara Order Barang ...

5 Alasan Ini Membuat Bisnis Kos-Kosan Sangat Diminati

5 Alasan Ini Membuat Bisnis Kos-Kosan Sangat Diminati Bisnis properti seperti  kos-kosan  dan  kontrakan  menjadi salah satu investasi jangka panjang yang  menjanjikan  dan  menggiurkan . Tak heran jika banyak orang yang melirik bisnis ini, mulai dari kalangan orang biasa, pebisnis pemula, hingga kalangan artis ternama. Seperti misalnya komedian dan host terkenal  Tukul Arwana  ternyata juga memiliki bisnis properti, berupa  kontrakan  dengan penghasilan yang  fantastis . Beliau memiliki asset rumah kontrakan sekitar  200 unit , jumlah yang lumayan banyak. Dengan asset sebanyak itu, bisa dibayangkan seberapa besar penghasilan pasif yang Mas Tukul dapatkan. Mengapa Bisnis Properti Ini Banyak Diminati? Berikut ini  5 Alasan  Mengapa Bisnis Properti, khususnya Bisnis Kos-Kosan begitu menguntungkan dan banyak diminati : 1. Permintaan Pasar yang Sangat Tinggi Image Source : Google Images Permintaan p...

21+ Bisnis yang Diprediksi Terancam Gaya Hidup Milenial, Cari Tahu Bisnis Anda yang Mana?

21+ Bisnis yang Diprediksi Terancam Gaya Hidup Milenial, Cari Tahu Bisnis Anda yang Mana? “X Department Store Tutup, Bagaimana Nasib Karyawannya?” “X Semanggi Tutup, Deretan Ritel Ini Duluan Gulung Tikar” Itu beberapa headline di sebuah berita online nasional yang cukup mengagetkan. Beberapa Department Store ternama sudah menutup gerai-gerainya di beberapa lokasi. Salah satu alasannya karena “SEPI PENGUNJUNG”.  Mengapa bisa begitu?  Karena gaya hidup generasi Milenial sudah berubah, khususnya perubahan dari belanja  Offline  ke  Online . Itu baru satu contoh lini bisnis yang terancam “ Dibunuh ” oleh  Milenial . Masih banyak lini bisnis lain yang terancam generasi Milenial ini. Ada lebih dari 21 jenis bisnis yang diprediksi akan “ terbunuh ” oleh Milenial. Dan pastinya Anda harus tahu bisnis-bisnis tersebut, agar Anda bisa menyiapkan diri dengan lebih baik mulai dari sekarang. Lalu,  Bisnis Apa Saja yang Terancam Oleh Milenial? Mengap...

Mau Punya Passive Income? 7 Cara Ini Bisa Anda Coba

Mau Punya Passive Income? 7 Cara Ini Bisa Anda Coba Setiap orang tidak akan selamanya bekerja, semakin bertambah usia semakin dekat dengan waktu pensiun atau berhenti bekerja. Ketika masa pensiun tiba, penghasilan dari gaji bulanan pun akan hilang. Masih beruntung bagi Anda yang nantinya mendapatkan dana pensiun, meski tidak sebesar gaji bulanan. Bagaimana ketika Anda sudah pensiun tapi tidak mendapatkan dana pensiun? Dari mana Anda akan membiayai kebutuhan sehari-hari? Nah, di sinilah pentingnya Anda memikirkan bagaimana agar tetap bisa mendapatkan penghasilan, meskipun Anda telah pensiun / berhenti dari pekerjaan. Artinya Anda harus memikirkan sejak dini agar tetap bisa mendapatkan income tanpa harus bekerja lagi. Dengan bahasa lain, Anda bisa mendapatkan  Passive Income  setelah berhenti bekerja. Sekarang lah waktu terbaik bagi Anda untuk mempersiapkan masa senja dengan membangun sumber-sumber  passive income . Mungkin Anda masih bingung, bagaimana cara m...